Kapolrestabes Surabaya memberikan respons tegas terkait viralnya dugaan pungutan dalam proses pengurusan pengembalian barang bukti kecelakaan yang sebelumnya dikeluhkan seorang warga di media sosial.
Kapolrestabes Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas adanya dugaan perilaku dan pelayanan oknum anggota yang dinilai tidak berkenan dalam proses pengembalian barang bukti kecelakaan.
Ia menegaskan bahwa pengembalian barang bukti kecelakaan seharusnya dilakukan secara gratis dan tidak ada ruang bagi pelanggaran.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila beberapa waktu yang lalu viral ditemukan oknum anggota yang menunjukkan perilaku maupun pelayanan kurang berkenan di lapangan dalam proses pengembalian BB laka yang seharusnya GRATIS. Tidak ada ruang bagi pelanggaran, setiap tindakan indisipliner akan kami tindak dan berikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Kapolrestabes juga meminta masyarakat untuk melaporkan dan mengirimkan bukti apabila di kemudian hari masih ditemukan dugaan tindakan serupa.
“Silahkan DM saya beserta bukti-bukti apabila dikemudian hari masih ditemukannya oknum-oknum seperti ini,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Kapolrestabes Surabaya meminta Kasi Propam memproses oknum yang bersangkutan melalui tindakan disiplin dan kode etik.
Ia juga meminta agar dilakukan mutasi terhadap anggota yang bersangkutan.
“Saya minta Pak Kasi Propam lakukan tindakan disiplin, kode etik. Kabag Sumda mutasikan yang bersangkutan, demosi,” ujarnya dalam video tanggapannya.
Kapolrestabes menegaskan kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius karena pelayanan terhadap masyarakat, khususnya korban kecelakaan, seharusnya dilakukan dengan empati.
Menurutnya, korban kecelakaan telah mengalami musibah sehingga tidak seharusnya mendapat beban tambahan dari pihak yang memiliki tugas memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman.
“Berhadapan warga masyarakat yang menjadi korban pencurian, mengalami kecelakaan, kita harus paham, yang bersangkutan sudah mengalami musibah, jangan kemudian musibah itu ditambah lagi, dan datangnya dari orang yang tugas untuk memberikan pelayanan, melindungi, mengayomi justru menjadi orang yang menambah berat beban hidupnya,” tegasnya.
Ia mengatakan tindakan tegas perlu dilakukan karena pelanggaran yang dilakukan seorang anggota dapat mencederai kerja anggota lain yang selama ini telah berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolrestabes Surabaya juga meminta Kasatlantas menemui warga yang sebelumnya mengaku diminta mentransfer Rp1 juta saat mengurus surat keterangan pengeluaran kendaraan barang bukti kecelakaan.
Ia menyampaikan komitmennya untuk mengganti uang yang telah dikeluarkan korban hingga 10 kali lipat.
“Kasatlantas temui korban yang kemarin dimintain duit. Sampaikan nanti dari saya, saya ganti 10 kali lipat. Itu komitmen saya,” katanya.
Sebelumnya, seorang warga melalui akun Threads @tasyamaecella96 mengeluhkan dugaan pungutan sebesar Rp1 juta saat mengurus surat keterangan pengeluaran kendaraan barang bukti kecelakaan.
Pemilik akun mengaku awalnya mengira biaya tersebut merupakan pungutan resmi. Namun, ia kemudian menyebut diminta mentransfer uang ke rekening pribadi atas nama penyidik.
Sebelumnya, Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menyatakan bahwa pengambilan kendaraan barang bukti kecelakaan tidak dipungut biaya dan dugaan yang viral tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Selain meminta penindakan terhadap oknum yang diduga terlibat, Kapolrestabes Surabaya juga menyoroti peran pimpinan dalam melakukan pengawasan.
Ia menilai para kepala satuan juga harus bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan anggota.
“Saya minta ini para Kasat juga harus bertanggung jawab ini. Saya menilai tidak ada pengawasan yang optimal dari Kasat,” ujarnya.
Kapolrestabes Surabaya meminta kasus tersebut menjadi kejadian terakhir dan tidak kembali terulang.
Ia menegaskan sebagian besar anggota telah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun, menurutnya, pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tetap harus ditindak secara tegas.
“Saya minta ini menjadi kejadian terakhir. Jangan lagi ada kejadian seperti ini,” tegasnya.
Polrestabes Surabaya, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan demi menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
View this post on Instagram












Belum ada komentar