Sekam Padi Jadi Biochar, KKN MAs 34 Perkuat Potensi Lokal Desa Beji Kota Batu

Sekam Padi Jadi Biochar, KKN MAs 34 Perkuat Potensi Lokal Desa Beji Kota Batu
ejatimnews,

Limbah sekam padi yang merupakan hasil samping penggilingan padi dapat memiliki nilai guna bagi kegiatan pertanian. Potensi tersebut dimanfaatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 34 bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri RW 1 Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Mahasiswa mengolah sekam padi menjadi biochar arang sekam pada 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program berbasis potensi lokal yang dijalankan Kelompok KKN MAs 34 selama melaksanakan pengabdian di Desa Beji.

Pembuatan biochar dilakukan sebagai upaya memanfaatkan kembali limbah pertanian menjadi bahan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.

KKN MAs Tahun 2026 sendiri diselenggarakan di wilayah Malang, Jawa Timur, mulai 29 Juli hingga 29 September 2026. Program pengabdian masyarakat tersebut mengusung tema “KKN MAs Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal”.

Kegiatan berskala nasional itu diikuti ribuan mahasiswa dari 59 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di berbagai wilayah Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu tuan rumah sekaligus koordinator utama pelaksanaan KKN MAs di lapangan.

Kelompok KKN MAs 34 ditempatkan di Desa Beji dan beranggotakan 15 mahasiswa dari 12 perguruan tinggi.

Perguruan tinggi tersebut meliputi :

  • Universitas Muhammadiyah Malang,
  • Universitas Muhammadiyah Metro,
  • Universitas Muhammadiyah Lamongan,
  • Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan,
  • STKIP Muhammadiyah OKU Timur,
  • Universitas Muhammadiyah Purwokerto,
  • Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai,
  • Universitas Muhammadiyah Tangerang,
  • Universitas Muhammadiyah Bandung,
  • Universitas Muhammadiyah Palembang,
  • Universitas Muhammadiyah Bone,
  • Universitas Muhammadiyah Gombong.

Keberadaan sumber daya lokal dan aktivitas pertanian di Desa Beji menjadi salah satu dasar kelompok tersebut dalam menyusun sejumlah program kerja pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya adalah pemanfaatan sekam padi. Limbah tersebut merupakan hasil samping dari proses penggilingan padi dan dapat menumpuk apabila tidak dikelola dengan baik.

Sekam Padi Jadi Biochar, KKN MAs 34 Dukung Ketahanan Pangan Desa Beji Kota Batu

Melalui kegiatan bersama KWT Asri RW 1, mahasiswa mengolah sekam menjadi biochar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah dan media tanam.

Biochar arang sekam dibuat melalui proses pembakaran biomassa secara tidak sempurna. Proses tersebut dilakukan agar sekam berubah menjadi arang tanpa terbakar seluruhnya menjadi abu.

Pembuatan biochar menggunakan peralatan sederhana berupa sekam padi, kawat ram, kawat pengikat, kayu kering, arang, air, dan ember.

Kegiatan diawali dengan merangkai kawat ram hingga membentuk tabung yang digunakan sebagai cerobong. Cerobong kemudian diletakkan di atas permukaan tanah yang rata.

Bara api dibuat di bagian dalam menggunakan bahan yang mudah terbakar, seperti kayu kering dan arang. Setelah bara menyala, sekam padi ditumpukkan mengelilingi cerobong hingga membentuk gunungan.

Promo Perumahan Grand Eastern

Proses pembakaran dilakukan secara perlahan dan dipantau agar sekam mengalami pembakaran tidak sempurna. Waktu yang dibutuhkan berlangsung beberapa jam dan dipengaruhi jumlah sekam serta kondisi angin.

Ketika sekitar 90 persen sekam berubah warna menjadi hitam, proses pembakaran dihentikan. Sekam kemudian diratakan dan diberi percikan air agar proses pembakaran tidak berlanjut hingga menjadi abu.

Setelah dingin, arang sekam dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung untuk dimanfaatkan sebagai media tanam maupun bahan pendukung kegiatan pertanian.

Pemanfaatan biochar arang sekam dapat mendukung aktivitas mikroorganisme tanah serta meningkatkan pemanfaatan bahan organik dalam kegiatan pertanian. Arang sekam juga relatif lebih persisten di dalam tanah dibandingkan bahan organik yang mudah terurai.

Bagi KWT Asri RW 1, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis dalam mengolah limbah pertanian menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali.

Selain pembuatan biochar, Kelompok KKN MAs 34 juga menjalankan sejumlah program di bidang pendidikan, ekonomi, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, hingga Persyarikatan.

Di bidang pendidikan, mahasiswa menyelenggarakan English Beginners bagi siswa kelas IV MI Assalam Beji, penyuluhan PHBS pada usia pubertas bagi siswa kelas IV, V, dan VI MI Assalam Beji, serta pembuatan TOGA di SD Negeri 2 Beji.

Sementara dalam bidang pemberdayaan ekonomi, kelompok tersebut menjalankan program Digitalisasi UMKM Desa Beji untuk membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing.

Di bidang ketahanan pangan, mahasiswa melaksanakan Rural Farming. Mereka juga turut mendukung kegiatan Posyandu, sosialisasi dampak sampah, serta sosialisasi menstruasi bagi remaja di Balai Desa Beji.

Mahasiswa KKN MAs 34 juga berpartisipasi dalam pembuatan mural peringatan HUT ke-81 RI serta berbagai lomba kemerdekaan bersama masyarakat.

Dalam bidang Persyarikatan, mahasiswa turut menjadi panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Beji. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Kelompok KKN MAs 34 berupaya menjadikan potensi lokal Desa Beji sebagai ruang inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Khusus melalui pengolahan sekam padi menjadi biochar, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat terus diterapkan masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir untuk mendukung pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email

Belum ada komentar

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email