Evakuasi Helikopter PK-CFX di Sekadau, 8 Korban Ditemukan dan Dievakuasi

Evakuasi Helikopter PK-CFX di Sekadau, 8 Korban Ditemukan dan Dievakuasi
ejatimnews,

Operasi pencarian dan evakuasi helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, akhirnya berhasil diselesaikan.

Ratusan personel TNI yang dikerahkan melalui Kodam XII/Tanjungpura bergerak terpadu bersama tim SAR gabungan untuk menembus medan hutan dan perbukitan yang sulit dijangkau.

Kekuatan personel melibatkan berbagai satuan, mulai dari Korem 121/Alambhana Wanawai, Yonif TP 833/BD, Yonif 642/Kps hingga Kodim 1204/Sanggau. Selain itu, TNI Angkatan Udara juga mengerahkan helikopter Super Puma guna mendukung mobilitas dan percepatan evakuasi.

Asops Kasdam XII/Tpr, Ahmad Daud Harahap, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam misi kemanusiaan.

“Atas perintah Pangdam XII/Tpr serta hasil koordinasi dengan Tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu pelaksanaan pencarian secara maksimal,” ujarnya.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah tim dari Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan menemukan titik jatuh helikopter di kawasan perbukitan.

Proses evakuasi dilakukan pada Jumat dini hari (17/4/2026) sekitar pukul 00.04 WIB di Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.

Sebanyak delapan korban yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang berhasil dievakuasi menggunakan kantong jenazah milik Basarnas.

Karena medan yang ekstrem, seluruh jenazah harus dipikul secara manual melewati hutan dan perbukitan, sehingga proses evakuasi memakan waktu cukup lama.

Sekitar pukul 06.30 WIB, seluruh korban beserta barang pribadi dan black box berhasil tiba di posko SAR gabungan yang berada di Gereja Katolik Santo Yohanes.

Selanjutnya, jenazah dievakuasi menggunakan delapan unit ambulans menuju RS Bhayangkara Pontianak untuk penanganan lebih lanjut.

Proses evakuasi secara keseluruhan berlangsung sekitar 6,5 jam, terkendala kondisi geografis yang sulit serta keterbatasan akses kendaraan.

Hingga kini, penyebab kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi melalui analisis black box.

TNI menegaskan akan terus berkomitmen mendukung setiap operasi kemanusiaan serta memperkuat sinergi lintas instansi guna memastikan keselamatan masyarakat.

Belum ada komentar