Operasi pencarian helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 209 personel TNI dikerahkan untuk mendukung misi kemanusiaan tersebut.
Personel yang diterjunkan berasal dari Kodam XII/Tanjungpura, sebagai bagian dari tim SAR gabungan yang bergerak menyisir area hutan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya helikopter.
Pangdam XII/Tanjungpura, Novi Rubadi Sugito, melalui Asisten Operasi Kasdam XII/Tpr, Ahmad Daud Harahap, menegaskan komitmen penuh TNI AD dalam membantu proses pencarian.
“Atas perintah Pangdam XII/Tpr serta dari hasil briefing bersama Tim SAR gabungan, saat ini sudah diarahkan kepada jajaran untuk membantu pelaksanaan SAR ini,” ujarnya.
Operasi di lapangan dipimpin langsung oleh Danrem 121/Alambhana Wanawai, Purnomosidi, mengingat lokasi kejadian berada dalam wilayah teritorialnya.
Sebanyak 209 personel tersebut terdiri dari unsur Kodim 1204/Sanggau, Yonif TP 833/BD, serta Yonif 642/Kapuas yang dikerahkan untuk mempercepat pencarian.
“Pada saat ini sudah dilaksanakan perbantuan SAR dengan pimpinan langsung Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Purnomosidi. Mudah-mudahan dapat membantu menemukan helikopter,” tambahnya.
Upaya intensif tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tim dari Yonif 833/BD yang dipimpin oleh Ikhwan berhasil menemukan titik jatuh helikopter di tengah medan hutan yang sulit dijangkau.
Penemuan ini menjadi titik terang dalam operasi pencarian setelah sebelumnya helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak di wilayah tersebut.
Meski demikian, proses evakuasi dan identifikasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, mengingat kondisi medan yang cukup ekstrem.
Pihak TNI bersama unsur SAR lainnya memastikan operasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh proses penanganan selesai.











Belum ada komentar