Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo XIV, melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang dianggap memicu konflik global. Ia menyebut dunia saat ini dirusak oleh “segelintir tiran” yang mengeksploitasi perang dan sumber daya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Kamerun, tepatnya di kota Bamenda yang menjadi pusat konflik separatis berkepanjangan.
Dikutip dari Al Jazeera, kedatangan Paus disambut meriah oleh warga yang berharap kunjungan tersebut membawa perhatian dunia terhadap konflik yang telah berlangsung hampir satu dekade.
Dalam kunjungannya, Paus Leo XIV memimpin pertemuan lintas agama yang melibatkan tokoh adat, pemuka agama Islam, Kristen, hingga biarawati Katolik sebagai bagian dari upaya mendorong perdamaian.
Dalam pidatonya di Katedral St Joseph, ia menekankan pentingnya menjauhkan agama dari kepentingan konflik.
“Berbahagialah para pembawa damai. Tetapi celakalah mereka yang memanipulasi agama dan nama Tuhan demi kepentingan militer, ekonomi, dan politik, serta menyeret hal yang suci ke dalam kegelapan,” tegasnya.
Ia juga menyerukan perubahan arah yang tegas untuk menghentikan perang dan eksploitasi terhadap manusia maupun sumber daya alam.
“Dunia sedang dirusak oleh segelintir tiran, namun tetap bertahan karena banyaknya orang-orang yang saling mendukung,” ujarnya.
Pernyataan tersebut juga muncul di tengah ketegangan global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Iran, yang kerap disertai narasi keagamaan.
Di sisi lain, konflik di Kamerun sendiri berakar dari sejarah kolonial, ketika wilayah tersebut terbagi antara Prancis dan Inggris setelah Perang Dunia I.
Wilayah berbahasa Inggris kemudian bergabung dengan Kamerun berbahasa Prancis pada 1961. Namun, kelompok separatis menilai mereka mengalami marginalisasi politik dan ekonomi.
Pada 2017, kelompok separatis Anglophone melancarkan pemberontakan dengan tujuan membentuk negara merdeka. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 6.000 orang dan memaksa lebih dari 600.000 warga mengungsi.
Selain faktor politik, konflik juga dipengaruhi perebutan sumber daya alam. Kamerun diketahui memiliki cadangan minyak, gas alam, emas, hingga berlian yang menjadi daya tarik ekonomi global.
“Pihak yang merampas sumber daya suatu wilayah seringkali menggunakan keuntungan tersebut untuk membeli senjata, sehingga memperpanjang siklus kekerasan,” kata Paus Leo XIV.
Menjelang kunjungan Paus, kelompok separatis bahkan mengumumkan penghentian sementara pertempuran selama tiga hari untuk memastikan keamanan perjalanan tersebut.
Meski intensitas kekerasan dilaporkan menurun dalam beberapa tahun terakhir, upaya perdamaian masih menemui jalan buntu. Kedua pihak yang bertikai saling menuduh tidak memiliki itikad baik dalam proses negosiasi.
Kunjungan Paus Leo XIV diharapkan dapat menjadi momentum baru untuk mendorong perhatian internasional serta membuka kembali peluang dialog damai di kawasan tersebut.







Belum ada komentar