Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung-Trenggalek dan SMAN 1 Trenggalek untuk memantau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Sidak tersebut dilakukan guna memastikan proses pengambilan PIN dan verifikasi data calon peserta didik berjalan lancar, tertib, serta transparan.
Kunjungan itu juga menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap pelayanan pendidikan sekaligus menindaklanjuti pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang menyebut proses pengambilan PIN SPMB 2026 berlangsung lancar di seluruh wilayah Jawa Timur.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Suli Da’im menyatakan pelaksanaan SPMB di Kabupaten Trenggalek berjalan kondusif dan berbagai potensi kendala telah diantisipasi oleh petugas.
“Alhamdulillah hasil sidak kami di Cabang Dinas Pendidikan Tulungagung-Trenggalek dan SMAN 1 Trenggalek menunjukkan bahwa pelaksanaan SPMB berjalan lancar. Berbagai kemungkinan yang berpotensi menimbulkan kendala sudah diantisipasi dengan baik,” ujar Suli Da’im di SMAN 1 Trenggalek, Rabu (3/6/2026).
Politisi PAN tersebut menjelaskan, berdasarkan data sementara, daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2026 mencapai 3.117 siswa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.872 calon peserta didik telah melakukan pengambilan PIN. Sementara sekitar 1.245 siswa lainnya masih belum mengambil PIN.
Di sisi lain, jumlah lulusan SMP dan MTs di Kabupaten Trenggalek pada tahun ajaran 2025-2026 diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu siswa.
Menurut Suli Da’im, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat memahami seluruh tahapan SPMB dan tidak terlambat mengikuti proses yang telah dijadwalkan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan calon siswa, agar segera memanfaatkan waktu pengambilan PIN yang masih tersedia. Jangan menunggu mendekati batas akhir 9 Juni 2026, karena fasilitas pelayanan sudah disiapkan pemerintah dengan cukup baik,” tegasnya.
Suli Da’im juga memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, atas upaya perbaikan tata kelola layanan SPMB dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami melihat ada perbaikan signifikan. Sistem pelayanan lebih tertata, antrean lebih terkendali, dan masyarakat juga diberikan kemudahan akses, termasuk layanan pada hari libur,” katanya.
Berdasarkan data sementara Dinas Pendidikan Jawa Timur hingga Selasa (2/6/2026), lebih dari 91 ribu calon peserta didik telah melakukan pengambilan PIN. Jumlah tersebut berasal dari kapasitas layanan yang mencapai sekitar 1,4 juta akses.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memastikan pelaksanaan SPMB hingga saat ini berjalan tanpa kendala berarti.
Aries juga menegaskan bahwa calon peserta didik yang belum menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) tetap dapat melakukan pengambilan PIN dengan menggunakan surat keterangan sebagai siswa kelas IX.
“Tidak perlu menunggu SKL keluar. Surat keterangan sebagai siswa kelas IX sudah bisa digunakan untuk proses pengambilan PIN,” terang Aries.
Suli Da’im yang juga Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur berharap seluruh tahapan SPMB 2026 dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Pendidikan adalah hak seluruh anak bangsa. Karena itu pelayanan penerimaan murid baru harus dijaga profesional, transparan, dan memudahkan masyarakat,” pungkasnya.












Belum ada komentar