BEI, OJK, KPEI dan KSEI Bahas Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia

BEI, OJK, KPEI dan KSEI Bahas Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia
ejatimnews,

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar dua forum strategis untuk membahas penguatan stabilitas dan daya tahan pasar modal nasional di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dua kegiatan yang diselenggarakan yakni “Diskusi Sinergi dalam Menjaga Stabilitas dan Resiliensi Pasar Modal Indonesia” serta “Capital Market Insight: Pengaturan Buyback dan Market Update”.

Pada sesi pagi, pembahasan difokuskan pada perkembangan reformasi transparansi pasar modal. Kegiatan diawali dengan keynote speech dari Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa OJK, Khoirul Muttaqien.

Forum tersebut juga menghadirkan pemaparan dari Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Henry Rialdi, Pelaksana Jabatan Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, Direktur KPEI Antonius Herman Azwar, serta Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat.

Dalam kesempatan itu, regulator dan pelaku industri membahas sejumlah agenda reformasi pasar modal yang meliputi peningkatan batas free float menjadi 15 persen, keterbukaan data kepemilikan saham di atas satu persen, pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), serta upaya menjaga kepercayaan investor global di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.

Sementara pada sesi siang, forum Capital Market Insight dibuka oleh Direktur BEI Kristian Sihar Manullang bersama Asisten Direktur Senior Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasoloan Hutajulu, Asisten Direktur Senior Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik OJK Sri Sulastri, serta Pjs. Kepala Divisi Riset BEI Heidy Ruswita Sari.

Promo Perumahan Grand Eastern

Forum tersebut memberikan pembaruan mengenai kondisi pasar dan perkembangan terkini kepada perusahaan tercatat.

Di tengah berbagai tekanan ekonomi global, BEI menilai fundamental pasar modal Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang baik. Hingga 12 Juni 2026, rata-rata nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp24,7 triliun.

Selain itu, jumlah investor pasar modal telah melampaui 28,3 juta investor. Dari sisi kinerja perusahaan, sekitar 80 persen emiten tercatat membukukan laba positif sepanjang kuartal I 2026.

Melalui forum tersebut, BEI juga mendorong perusahaan tercatat untuk memanfaatkan kebijakan pembelian kembali saham atau buyback sebagai salah satu strategi korporasi dalam mengelola struktur permodalan sekaligus memperkuat nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Langkah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu perusahaan menjaga kepercayaan investor serta meningkatkan fleksibilitas pengelolaan modal di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email

Belum ada komentar