Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 10 mendorong pelaku usaha mikro di pedesaan beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Salah satunya melalui program TITIK TOKO (Digitalisasi Lokasi dan Identitas Toko Kelontong) di Dusun Princi, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Program tersebut dilaksanakan dengan membantu pemilik toko kelontong agar usahanya terdata secara resmi pada platform peta digital seperti Google Maps, Selasa (25/8/2026).
Inisiatif itu berangkat dari pengamatan mahasiswa terhadap sejumlah usaha lokal yang belum terpetakan secara daring. Kondisi tersebut dinilai dapat membatasi jangkauan pasar sekaligus menyulitkan calon pembeli dari luar kawasan menemukan lokasi usaha.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendatangi langsung para pemilik toko kelontong. Mereka membantu proses verifikasi titik koordinat serta melengkapi profil usaha.
Informasi yang dilengkapi mencakup nama toko, jam operasional, foto etalase, hingga kontak pengelola. Mahasiswa juga memberikan edukasi dasar mengenai pengelolaan profil bisnis digital.
Dengan terdatanya lokasi dan identitas usaha pada platform peta digital, toko kelontong diharapkan lebih mudah ditemukan oleh masyarakat yang membutuhkan produk dari usaha tersebut.
Program TITIK TOKO tidak hanya berfokus pada pencantuman lokasi. Mahasiswa juga mengenalkan dasar pengelolaan identitas usaha di ruang digital agar pemilik toko dapat mengelolanya secara mandiri.
KKN MAS merupakan program KKN kolaborasi tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada 2026, Malang Raya menjadi tuan rumah penyelenggaraan KKN MAS yang diikuti 59 PTMA se-Indonesia, dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertindak sebagai kampus tuan rumah.
Kelompok 10 sendiri diperkuat mahasiswa dari 10 perguruan tinggi, yaitu UMM, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Keragaman latar belakang keilmuan dan budaya tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program KKN MAS Kelompok 10.
Melalui kolaborasi antarmahasiswa PTMA tersebut, TITIK TOKO diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku usaha mikro di Dusun Princi untuk semakin adaptif terhadap perkembangan ekosistem ekonomi digital.
Program ini sekaligus mendorong pemilik toko kelontong agar mampu mengelola identitas usahanya secara lebih mandiri dan berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi digital.












Belum ada komentar