Akses menuju sejumlah wilayah di Dusun Princi, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, ditata melalui pemasangan plang penunjuk arah dan nama jalan.
Program tersebut direalisasikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 10, Rabu (26/8/2026).
Program bertajuk Penataan Identitas dan Aksesibilitas Jalan itu menyasar sejumlah persimpangan strategis dan gang utama di Dusun Princi.
Pemasangan penanda jalan dilakukan karena sejumlah akses di lingkungan dusun belum memiliki petunjuk yang jelas. Kondisi tersebut dapat menyulitkan masyarakat dari luar wilayah, tamu, maupun proses pendistribusian logistik warga.
Melalui pemasangan plang yang informatif dan tahan terhadap cuaca, mahasiswa berupaya membuat akses lingkungan lebih mudah dikenali sekaligus memperkuat identitas wilayah Dusun Princi.
Penempatan plang dilakukan pada titik-titik yang dinilai strategis agar informasi mengenai arah dan nama jalan dapat terlihat dengan jelas.
Selain membantu navigasi, keberadaan penanda tersebut diharapkan mendukung kerapian tata ruang lingkungan. Warga maupun pendatang dapat lebih mudah mengenali jalur yang hendak dituju ketika berada di kawasan Dusun Princi.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian KKN MAS 2026, sebuah agenda kolaboratif nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).
Pada 2026, Malang Raya menjadi pusat penyelenggaraan KKN MAS yang melibatkan 59 kampus PTMA, dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai tuan rumah penyelenggara.
KKN MAS Kelompok 10 merupakan kolaborasi mahasiswa dari 10 kampus mitra. Mereka berasal dari UMM, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Muhammadiyah Surakarta, serta Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Kolaborasi lintas kampus tersebut kemudian dipadukan dengan keterlibatan warga setempat dalam merealisasikan penataan akses jalan.
Dengan adanya plang penunjuk arah dan nama jalan, program ini diharapkan memberikan manfaat fungsional dalam jangka panjang. Selain memperlancar aksesibilitas sehari-hari, keberadaan penanda jalan juga diharapkan menciptakan lingkungan Dusun Princi yang lebih tertata dan mudah dikenali.












Belum ada komentar