Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat sambutan antusias dari para siswa baru dan orang tua. Beragam fasilitas yang tersedia di sekolah berasrama tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik.
MPLS dimulai sejak 14 Juli 2026 dan diikuti 222 peserta didik baru, terdiri atas 42 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Kegiatan ini juga didukung oleh 90 tenaga pendidik.
Salah seorang siswa baru, Lisa Anjalita, mengaku terkesan dengan fasilitas yang dimiliki Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember.
“Saya senang sekali bisa pindah ke sekolah baru karena gedungnya sangat besar, mewah dan fasilitas lengkap. Dan saya juga senang sekali bisa sekolah di SRT 1 Jember yang benar-benar bagus fasilitasnya,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan orang tua siswa, Fadil Hariyanto, warga Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, yang mendaftarkan dua anaknya di sekolah tersebut.
“Saya menyekolahkan dua anak sekaligus di Sekolah Rakyat ini. Kesannya luar biasa. Pemerintah cukup membanggakan bagi masyarakat yang ekonominya lemah seperti saya. Jadi dengan adanya Sekolah Rakyat ini, saya berharap ke depan pendidikan di Indonesia, terutama di Kabupaten Jember ini, akan lebih bangkit,” katanya.
Sementara itu, wali asuh jenjang SMP, Luthfiatul Sa’adah, menilai fasilitas di Sekolah Rakyat Jember telah memadai untuk mendukung proses belajar sekaligus kehidupan siswa di asrama.
“Di sini fasilitasnya sudah lengkap, mulai dari kebersihan diri, asrama juga baik sekali penataannya, alat-alatnya juga sudah lumayan lengkap sejauh ini. Terima kasih untuk semua para pekerja konstruksi sudah memaksimalkan diri membantu kita untuk mempersiapkan MPLS hari ini,” ujarnya.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat difokuskan pada percepatan penyelesaian proyek dengan tetap memenuhi standar kualitas sehingga fasilitas dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, infrastruktur pendidikan yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Dody.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember dibangun di atas lahan seluas 7 hektare dengan konsep kawasan pendidikan terpadu.
Fasilitas yang tersedia meliputi gedung pembelajaran jenjang SD hingga SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, dapur, serta kantin.
Salah satu fasilitas unggulan adalah lapangan olahraga berukuran 105 x 68 meter yang mengacu pada standar FIFA. Di sekeliling lapangan juga tersedia jogging track berstandar internasional dengan lapisan karet (rubber) untuk menunjang aktivitas olahraga siswa.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan bakat, membentuk karakter, serta membiasakan pola hidup sehat sejak dini.













Belum ada komentar