Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat sistem pengawasan kota dengan menambah jangkauan Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik strategis, khususnya di Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan kawasan pedestrian.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan penambahan ini difokuskan pada titik-titik prioritas di jalan utama guna meningkatkan keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, dari target 179 TPS yang akan dipasang CCTV, sebanyak 146 titik sudah beroperasi. Sementara 33 titik lainnya masih dalam proses pemasangan karena terkendala jaringan listrik dan fiber optik.
“Yang 33 ini masih proses, karena kita juga mencari jaringan fiber optik dan juga jaringan listriknya,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan penyedia jaringan serta memanfaatkan infrastruktur yang ada, termasuk jaringan penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi TPS.
Selain di TPS, perluasan CCTV juga menyasar kawasan pedestrian dan jalan protokol. Pemkot bahkan menggandeng sekitar 70 pelaku usaha, mulai dari perkantoran, pertokoan hingga pusat perbelanjaan, untuk mengintegrasikan CCTV milik mereka.
Kerja sama ini bertujuan agar pemerintah dapat mengakses kamera yang mengarah ke jalan tanpa harus melakukan pengadaan baru.
“Kita tidak perlu membeli CCTV baru, cukup meminta akses kamera yang mengarah ke jalan dan area parkir,” jelas Eddy.
Langkah ini memungkinkan pemantauan Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (Kamtibmas) dilakukan secara real-time, sekaligus membantu aparat dalam merespons cepat setiap kejadian.
Program tersebut juga merupakan bagian dari arahan Wali Kota Eri Cahyadi dalam membangun sistem pengawasan kota berbasis teknologi.
Saat ini, Pemkot Surabaya bersama sejumlah pihak, termasuk akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, tengah mengkaji integrasi berbagai jenis CCTV agar dapat terhubung dalam satu sistem.
“Karena merek dan spesifikasi CCTV berbeda-beda, maka perlu disinkronkan agar bisa menjadi satu jaringan,” jelasnya.
Ke depan, seluruh sistem CCTV ini akan terhubung dengan Command Center 112 Surabaya, sehingga dapat mempercepat respons terhadap berbagai kejadian di lapangan.
Pemkot menargetkan integrasi awal bisa berjalan mulai Mei 2026, dan seluruh jaringan di jalan utama dapat diakses maksimal pada Agustus mendatang.
Eddy menegaskan bahwa akses yang diminta hanya terbatas pada area luar, seperti jalan dan parkir umum, tanpa menyentuh area privat di dalam bangunan.










Belum ada komentar