Transformasi DKS Jadi Dewan Kebudayaan Surabaya Disambut Positif Seniman

Transformasi DKS Jadi Dewan Kebudayaan Surabaya Disambut Positif Seniman
ejatimnews,

SURABAYA – Rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk mentransformasi Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya mendapat sambutan positif dari kalangan seniman. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas cakupan dari sekadar seni menuju ekosistem kebudayaan yang lebih komprehensif.

Pegiat seni teater sekaligus Ketua Umum Bengkel Muda Surabaya (BMS), Heroe Budiarto, menilai perubahan tersebut sejalan dengan arah pembangunan kebudayaan nasional.

“Menurut saya bagus. Karena pemerintah melaksanakan daripada amanat Undang-Undang (UU) Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 tahun 2017. Bahwa pemerintah kota, provinsi, itu mengamanatkan agar pemerintah membentuk lembaga kebudayaan yang bernama Dewan Kebudayaan,” ujar Heroe, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, transformasi ini membuka ruang yang lebih luas karena selama ini Dewan Kesenian hanya mencakup sebagian kecil dari objek pemajuan kebudayaan, yakni seni. Padahal, kebudayaan juga mencakup aspek lain seperti adat istiadat, ritus, hingga pengetahuan tradisional.

“Dari semuanya itu akan dirumuskan menjadi strategi kebudayaan nasional. Oleh karena itu dengan adanya Surabaya mengambil langkah untuk bertransformasi adalah sebuah langkah yang tepat,” katanya.

Ia juga menilai langkah tersebut bukan hal baru, karena sejumlah daerah lain telah lebih dulu melakukan transformasi serupa.

“Langkah dari pemerintah ini menurut saya sangat bagus dan kita sambut dengan baik apa yang menjadi keinginan pemerintah terhadap transformasi (DKS) menjadi Dewan Kebudayaan,” tuturnya.

Di sisi lain, Heroe melihat perhatian pemerintah kota terhadap aktivitas seni dan budaya terus berkembang. Ia mencontohkan peran Balai Pemuda Surabaya yang sejak lama menjadi pusat kegiatan kreatif masyarakat.

“Sekarang di sana saya lihat pemerintah kota membuat seni-seni untuk masyarakat. Ada rumah kreatif, ada teater, ada perkusi, ada sastra. Ada melukis, ada dance, ada tari, untuk mempertahankan seluruh aktivitas kesenian yang ada di Surabaya masih terpusat di Balai Pemuda,” ujarnya.

Ia juga menilai akses penggunaan fasilitas tersebut berjalan cukup baik selama mengikuti prosedur yang berlaku.

“Jadi misalnya kami ingin melakukan pementasan di sana, ya kami bersurat. Kami bersurat melalui tahapan prosedur yang ada, kami mengajukan permohonan. Kami tahu bahwa segala sesuatu itu ada prosedur yang harus kita jalani, karena fasilitas itu adalah fasilitas pemerintah,” imbuhnya.

Pandangan serupa disampaikan seniman lukis Muit Arsa. Ia menilai transformasi ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kegiatan seni di Surabaya.

“Kalau saya melihatnya positif. Karena ini kan bukan cuma di Surabaya, memang akan menyeluruh. Jadi kalau harapan saya dengan adanya Dewan Kebudayaan ini kegiatan kesenian di Surabaya akan lebih baik lagi,” ujar Muit.

Meski demikian, ia berharap perubahan ini diiringi dengan dukungan yang lebih merata, terutama dalam penyediaan ruang alternatif bagi para seniman.

“Nah, sebaiknya Gedung Barat itu bisa dimanfaatkan sebagai galeri seni, sebagai ruang alternatif selain yang ada saat ini,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan ruang tambahan akan memperluas akses berkesenian sekaligus mendekatkan aktivitas budaya kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kita (selama ini) tidak pernah kesulitan, hanya memang butuh tempat atau ruang berkesenian lebih lagi. Harus ada ruang-ruang alternatif, tidak harus di Balai Pemuda, misalkan di tempat-tempat lain yang mana tempat itu bisa dimanfaatkan untuk berkegiatan kesenian,” tuturnya.

Di tengah transformasi ini, geliat seni di Kota Surabaya dinilai tetap berkembang dinamis, khususnya di bidang seni rupa.

“Kalau saya melihatnya bagus ya, hampir semua kesenian di Surabaya itu bergerak dinamis, khususnya seni rupa,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap komunikasi antara pemerintah dan komunitas seni semakin diperkuat untuk menciptakan kolaborasi yang lebih solid.

“Saya berharap langkah ke depan akan ada dialog-dialog yang positif dengan para teman-teman seniman supaya kehidupan kesenian kita di Surabaya ini lebih baik lagi karena ada sinergi antara seniman dan pemangku kebijakan,” pungkasnya.


Template Share (Siap Pakai)

Transformasi DKS Jadi Dewan Kebudayaan Surabaya Disambut Positif Seniman

Rencana Pemkot Surabaya ubah DKS jadi Dewan Kebudayaan mendapat dukungan seniman. Dinilai mampu memperluas ekosistem budaya.

Baca selengkapnya : [LINK ARTIKEL]

#Surabaya #Budaya #Seniman #JawaTimur #Kebudayaan

Belum ada komentar