Pemerintah Kota Surabaya kembali melakukan pemeriksaan alat ukur di pasar tradisional untuk memastikan transaksi jual beli berlangsung adil.
Dalam sidak yang digelar di Pasar Pahing Rungkut, petugas masih menemukan sejumlah timbangan milik pedagang yang belum sesuai standar.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyetelan ulang di lokasi agar timbangan kembali akurat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai jenis timbangan yang digunakan pedagang sehari-hari. Petugas menguji tingkat akurasi alat menggunakan anak timbangan standar yang telah dikalibrasi.
Koordinator Sidak Pasar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Kota Surabaya, Dicky Hermawan, mengatakan kegiatan tera ulang tidak hanya bertujuan melindungi konsumen, tetapi juga menjaga agar pedagang tidak mengalami kerugian akibat kesalahan pengukuran.
“Tidak semua timbangan yang kami temukan merugikan pembeli. Ada juga yang justru membuat pedagang rugi karena hasil timbangannya berlebih. Karena itu tera penting untuk kedua belah pihak,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Dicky, setiap timbangan yang ditemukan tidak sesuai standar langsung diperbaiki saat pemeriksaan berlangsung. Bahkan, kerusakan ringan juga ditangani di tempat sehingga pedagang dapat kembali menggunakan alat tersebut tanpa biaya tambahan.
Ia menjelaskan, kegiatan tera ulang rutin dilakukan di berbagai pasar tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga keakuratan alat ukur yang digunakan dalam transaksi perdagangan.
Pelaksanaan tera ulang di Pasar Pahing mendapat respons positif dari para pedagang. Mereka secara bergantian membawa timbangan untuk diperiksa setelah aktivitas jual beli mulai berkurang.
Salah satu pedagang sembako, Agus, menilai pemeriksaan tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan pelanggan.
“Kalau timbangannya tepat, pembeli percaya dan pedagang juga tidak dirugikan. Apalagi pemeriksaannya gratis,” katanya.
Pendapat serupa disampaikan Fahrul Rozi. Pedagang tersebut mengaku sengaja memeriksakan timbangannya untuk memastikan alat yang digunakan setiap hari masih bekerja secara akurat.
“Hasilnya masih sesuai standar. Dengan pemeriksaan seperti ini pembeli juga lebih yakin saat bertransaksi,” ujarnya.
Keakuratan timbangan menjadi faktor penting dalam aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Selain menjaga kepercayaan konsumen, tera berkala juga membantu pedagang menghindari kerugian akibat kesalahan pengukuran yang sering kali tidak disadari.
Karena itu, pemeriksaan timbangan secara rutin dinilai masih sangat diperlukan, terutama di pasar tradisional yang setiap hari melayani ribuan transaksi jual beli.
Melalui kegiatan tera ulang ini, pemerintah berharap tercipta transaksi yang lebih transparan, adil, dan menguntungkan bagi seluruh pihak, baik pedagang maupun konsumen.












Belum ada komentar