APBD Perubahan Surabaya 2026 Naik, Cek Daftar Prioritasnya

APBD Perubahan Surabaya 2026 Naik, Cek Daftar Prioritasnya
ejatimnews,

Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya menyepakati Raperda Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Dalam perubahan anggaran tersebut, belanja daerah bertambah Rp151,63 miliar sehingga menjadi Rp12,88 triliun.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Persetujuan Bersama Wali Kota Surabaya dan pimpinan DPRD Surabaya dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penambahan dan penyesuaian anggaran dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Pendidikan dan penanganan banjir menjadi dua sektor yang mendapat perhatian dalam perubahan anggaran tersebut.

“Alhamdulillah hari ini sudah disahkan oleh DPRD. Ada beberapa penyesuaian terkait dengan volume-volume yang ada di masyarakat,” kata Eri usai rapat paripurna.

Salah satu penyesuaian dilakukan pada anggaran pendidikan, khususnya program beasiswa. Pemkot Surabaya sebelumnya mengalokasikan anggaran untuk 24 ribu penerima beasiswa.

Namun, berdasarkan evaluasi, jumlah penerima yang terealisasi sekitar 13 ribu orang. Sisa anggaran kemudian dialihkan untuk kebutuhan pendidikan lainnya.

“Ketika beasiswa kita anggarkan untuk 24.000 penerima, ternyata ada sekitar 13.000. Maka anggaran lainnya kita manfaatkan kembali untuk pendidikan, di bidang yang sama tapi tidak dalam hal untuk beasiswa,” ujarnya.

Menurut Eri, penyesuaian tersebut dilakukan agar anggaran yang telah tersedia tidak mengendap dan tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemkot dan DPRD fokus untuk yang memang tidak mampu. Yang mampu ya ayo gotong royong seperti Pancasila,” katanya.

Selain belanja, pendapatan daerah dalam P-APBD 2026 juga mengalami peningkatan sebesar Rp114,089 miliar.

Pendapatan daerah naik dari Rp10,898 triliun menjadi Rp11,013 triliun.

Kenaikan tersebut terutama berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) serta komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Promo Perumahan Grand Eastern

PAD naik sekitar Rp1,809 miliar, dari Rp8,198 triliun menjadi Rp8,199 triliun. Sementara pendapatan transfer tidak mengalami perubahan dan tetap berada di angka Rp2,64 triliun.

Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah meningkat Rp112 miliar, dari Rp60,399 miliar menjadi Rp173,398 miliar.

Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan bertambah Rp26,946 miliar menjadi Rp1,883 triliun.

Sebaliknya, pengeluaran pembiayaan turun Rp10,60 miliar menjadi Rp13,39 miliar.

Dengan perubahan tersebut, pembiayaan neto ditetapkan sekitar Rp1,8 triliun, sedangkan Silpa setelah perubahan ditetapkan Rp0.

Eri juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Surabaya atas berbagai masukan yang diberikan selama proses pembahasan P-APBD 2026.

“Atas nama Pemerintah Kota Surabaya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kota Surabaya atas saran dan masukan,” tuturnya.

Eri berharap perubahan APBD tidak berhenti pada penyesuaian angka dalam dokumen anggaran. Menurutnya, anggaran yang telah disepakati harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Surabaya.

“Semoga penyusunan Raperda ini dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kota Surabaya,” pungkas Eri.

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email

Belum ada komentar

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email