Bukan Sekadar Simbol! Kampung Pancasila di Surabaya Dipuji, Ini Kata Pengamat

Bukan Sekadar Simbol! Kampung Pancasila di Surabaya Dipuji, Ini Kata Pengamat
ejatimnews,

Peresmian Kampung Pancasila di wilayah Krembangan, Surabaya, mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Program yang digagas Pemerintah Kota ini dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah arus modernisasi.

Pengamat kebijakan publik sekaligus tokoh masyarakat, Isa Ansori, menilai Kampung Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan ruang nyata untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas hubungan sosial antar warganya.

“Kampung Pancasila adalah pernyataan tegas bahwa Surabaya menolak menjadi kota yang dingin dan individualistik. Di sini, Pancasila tidak berhenti sebagai teks, tapi hadir dalam tindakan sehari-hari seperti gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, pemilihan kampung sebagai titik awal program ini merupakan langkah strategis karena kampung menjadi ruang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dinilai lebih mudah ditanamkan dan dipraktikkan secara langsung oleh warga.

Selain itu, Isa juga menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan dalam program ini. Ia menilai konsep kota berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga ketahanan sosial masyarakat.

“Kota yang berkelanjutan adalah kota yang warganya saling mengenal dan menjaga. Dengan adanya Kampung Pancasila, rasa aman tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar karena pengawasan aparat,” jelasnya.

Program ini juga dinilai sejalan dengan visi Wali Kota Eri Cahyadi yang ingin membawa Surabaya menjadi kota berkelas dunia tanpa kehilangan jati diri lokal.

Menurut Isa, Kampung Pancasila menjadi identitas sekaligus filter budaya di tengah derasnya globalisasi.

“Dari Krembangan Bhakti kita belajar, bahwa untuk melangkah jauh ke masa depan, kita justru harus menguatkan akar. Surabaya sedang menunjukkan pada dunia bagaimana cara menjadi kota modern yang tetap punya hati,” pungkasnya.

Belum ada komentar