Program Kampung Pancasila Surabaya Diperkuat, ASN Jadi Pendamping di Tiap RW

Program Kampung Pancasila Surabaya Diperkuat, ASN Jadi Pendamping di Tiap RW
ejatimnews,

Pemerintah Kota Surabaya memperkuat implementasi Program Kampung Pancasila dengan menempatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pendamping di setiap Rukun Warga (RW). Skema ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tingkat lingkungan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa jumlah ASN pendamping akan disesuaikan dengan jumlah penduduk di masing-masing wilayah.

“Alhamdulillah nanti setiap RW itu ada pendamping dari ASN. Ada yang dua orang sampai tiga orang, tergantung jumlah penduduknya,” ujar Eri usai peluncuran Program Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, para pendamping tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari kepala dinas, camat, hingga kepala bidang. Dengan adanya pengampu di setiap RW, diharapkan setiap persoalan masyarakat dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Di situ nanti setiap RW ada pengampunya. Pengampunya itu kepala dinas, camat, atau kepala bidang,” katanya.

Menurut Eri, Program Kampung Pancasila dirancang untuk menangani berbagai aspek kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Mulai dari persoalan lingkungan, ekonomi, hingga sosial budaya warga.

“Karena di Kampung Pancasila itu, ada satu, terkait (bidang) lingkungan, dua terkait ekonomi, ketiga terkait kemasyarakatan, dan keempat terkait sosial budaya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa pembangunan kota dapat tumbuh dari kekuatan warga itu sendiri.

“Maka ini semua harus berjalan. Karena saya ingin menunjukkan bahwa Surabaya itu dibangun oleh warganya dengan kekuatan, kakinya sendiri,” tegasnya.

Selain itu, Eri juga menyoroti pentingnya nilai gotong royong lintas agama sebagai fondasi kesejahteraan sosial. Ia mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan untuk turut membantu warga di sekitarnya.

“Bahwa negeri itu akan makmur, ada puncaknya ketika semua orang yang memiliki kelebihan itu tahu kewajibannya,” katanya.

Ia mencontohkan, kontribusi sosial seperti zakat maupun persepuluhan dapat dihimpun di tingkat RW untuk mendukung warga kurang mampu sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Misalnya (Islam) mengeluarkan zakat, Kristen persepuluhan, dikumpulkan di RW itu, tidak keluar dari kampungnya untuk membangun, membantu orang yang tidak mampu atau menggerakkan ekonomi di sana,” tuturnya.

Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam menyukseskan program ini. Organisasi kepemudaan diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan kemandirian di tingkat RW.

“Saya minta tolong semua organisasi kepemudaan bisa mendampingi kalau punya program yang bisa menggerakkan kemandirian pemuda di setiap RW,” pungkasnya.

Belum ada komentar