Penataan Kali Tebu Surabaya, Eri Cahyadi Target Pengaspalan Jalan Rampung 20 Hari

Penataan Kali Tebu Surabaya, Eri Cahyadi Target Pengaspalan Jalan Rampung 20 Hari
ejatimnews,

SURABAYA – Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pengaspalan jalan di kawasan Kali Tebu, Jalan Dukuh Bulak Banteng, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Selasa (21/4/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penataan kawasan berjalan optimal sekaligus mendorong lingkungan yang bersih dari sampah.

Pengaspalan tersebut menjadi bagian dari rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk mengubah kawasan Kali Tebu menjadi destinasi wisata baru di Kota Pahlawan.

“Sudah puluhan tahun kayak gini, karena itu kita akan menjadikan Kali Tebu ini sebagai tempat wisata yang baru. Maka, nanti ini akan kita aspal mulai titik rumah pompa sampai ujung jalan (panjangnya) sekitar 3 kilometeran,” kata Wali Kota Eri.

Ia menjelaskan, pengerjaan pengaspalan tidak hanya dilakukan di satu sisi, melainkan di kedua sisi jalan, baik bagian timur maupun barat. Dengan penataan tersebut, warga juga diingatkan agar tidak lagi menaruh barang bekas atau membuang sampah di sekitar aliran sungai.

“Agar apa? Agar masyarakat ini tidak lagi membuang sampah ke sungainya. Bisa kita lihat ini, sepanjang sungai isinya sampah, isinya barang nggak karuan, boleh lah warga Surabaya itu membuka usaha, tapi jangan di sebelah sungai itu,” terang Cak Eri.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Surabaya turut menggandeng komunitas lingkungan seperti Ecoton dan Nol Sampah guna melakukan sosialisasi sekaligus pembersihan area sungai.

Selain itu, pengawasan akan diperketat dengan pemasangan kamera CCTV di sepanjang kawasan Kali Tebu. Kamera ini akan digunakan untuk memantau aktivitas warga, khususnya yang membuang sampah sembarangan.

“Saya nanti insyaallah akan memasang CCTV di arah barat dan timur di sepanjang jalan ini. Jadi nanti kalau ada warga yang tertangkap membuang sampah (sembarangan) maka saya berikan sanksi sosial selama tiga hari membersihkan sampah di sungai menggunakan perahu,” tegasnya.

Eri menegaskan, sanksi tersebut diberikan sebagai efek jera bagi pelanggar. Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi warga sekitar, tetapi juga seluruh masyarakat Surabaya.

“Warga Surabaya semua saya taruh di sini semua jadi petugas kebersihan mengambil sampah di sungai. Biar merasakan capeknya, merasakan kepanasan, maka saya minta tolong kepada warga Surabaya, ini kota panjenengan, jangan buang sampah sembarangan,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melaporkan pelanggaran yang terjadi di sekitar sungai.

“Nanti kita sama-sama lihat yang buang sampah (sembarangan) untuk membersihkan Kali Tebu. Jadi semua sungai itu kita melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Untuk percepatan pengerjaan, Pemkot melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mengerjakan proyek di empat titik sekaligus, baik di sisi timur maupun barat.

Eri menargetkan seluruh proses pengaspalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 20 hari.

“Saya koordinasikan dulu dengan Pak Sekda. Ini (panjangnya) 3 kilometer kalau dari ujung ke ujung ya. Jadi kalau sampai ujung itu 20 hari (pengerjaannya),” pungkasnya.

Belum ada komentar