Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) menginisiasi Program JAKUN SIGAR (Jahe Merah dan Kunyit sebagai Inovasi Keluarga Sehat dan Bugar) di Desa Bulumargi, Kabupaten Lamongan. Program tersebut mendorong pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui kolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK Desa Bulumargi.
Program ini berawal dari hasil observasi mahasiswa UM BBM bersama Pemerintah Desa Bulumargi pada awal masa pengabdian. Dari hasil identifikasi lapangan, ditemukan lahan kosong di area Balai Desa yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa menggagas pemanfaatan lahan menjadi Taman TOGA sebagai sarana edukasi sekaligus contoh bagi masyarakat dalam mengoptimalkan pekarangan menjadi lahan produktif yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga.
Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Bulumargi. Kepala Desa Bulumargi menilai Balai Desa menjadi lokasi yang strategis karena mudah diakses masyarakat dan memungkinkan perawatan taman dilakukan secara bersama-sama.
“Kami sangat mengapresiasi program dari adik-adik KKN Universitas Negeri Malang. Lahan di balai desa dapat dipilih karena mudah dijangkau oleh perangkat desa maupun ibu-ibu PKK, jadi untuk perawatannya nanti bisa dilakukan secara bersama-sama,” ujar Kepala Desa Bulumargi.
Setelah memperoleh persetujuan, mahasiswa bersama perangkat desa bergotong royong menyiapkan lahan. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan area, pengolahan tanah, pembuatan bedengan, hingga penyiapan media tanam agar sesuai untuk budidaya tanaman obat.
Sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat, mahasiswa UM BBM menggelar sosialisasi kepada TP PKK Desa Bulumargi pada 23 Juni 2026. Kegiatan tersebut membahas pentingnya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), manfaat tanaman herbal bagi kesehatan, teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga pemanfaatan hasil panen dalam kehidupan sehari-hari.

Pemilihan program JAKUN SIGAR disesuaikan dengan karakteristik Desa Bulumargi yang mayoritas warganya bekerja di sektor pertanian. Mahasiswa menilai masyarakat telah memiliki pengetahuan dasar mengenai budidaya tanaman sehingga program diarahkan pada penguatan pemanfaatan lahan dan peningkatan kesadaran akan manfaat tanaman obat.
Puncak kegiatan berlangsung pada 10 Juli 2026 melalui demonstrasi penanaman bersama TP PKK Desa Bulumargi yang dirangkaikan dengan penyerahan bibit secara simbolis.
Sebanyak 30 bibit yang terdiri atas jahe merah dan kunyit ditanam di Taman TOGA JAKUN SIGAR. Kedua tanaman tersebut dipilih karena mudah dibudidayakan, memiliki berbagai manfaat kesehatan, serta berpotensi memberikan nilai ekonomi apabila dikembangkan lebih lanjut.
Kegiatan ditutup dengan penanaman bersama, penyerahan bibit secara simbolis, dan foto bersama sebagai penanda peresmian Taman TOGA JAKUN SIGAR.
Mahasiswa UM berharap taman tersebut dapat menjadi pusat edukasi mengenai tanaman obat keluarga sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang sehat, mandiri, dan berdaya.

Melalui Program JAKUN SIGAR, mahasiswa UM BBM menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat, transfer pengetahuan, serta penguatan partisipasi warga agar manfaat program dapat terus berlanjut setelah masa pengabdian berakhir.
*) Penulis: Naila Ayu Shalsabila, Sagita Chelsea, Naomi










Belum ada komentar