Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sebanyak 62.750 aparatur sipil negara (ASN) telah menyelesaikan program E-Learning ASN Berintegritas pada tahap uji coba nasional. Jumlah tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 56.788 ASN.
Capaian tersebut diperoleh dari pelaksanaan program percontohan yang melibatkan 12 instansi sebelum diterapkan secara lebih luas di lingkungan pemerintahan.
Dalam program tersebut, para peserta mendapatkan materi terkait pencegahan korupsi, pengambilan keputusan yang beretika, serta penguatan peran ASN sebagai agen perubahan antikorupsi.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas birokrasi dan pelayanan publik.
Menurutnya, keberhasilan suatu sistem pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang baik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
“Integritas adalah fondasi yang menentukan kualitas. Integritas tidak hanya disokong oleh regulasi yang kuat, tetapi juga oleh sumber daya manusianya,” ujar Setyo Budiyanto dalam peluncuran Program E-Learning ASN Berintegritas di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Ia menilai birokrasi yang profesional dan pelayanan publik yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila aparatur memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai integritas.
Menurut Setyo, masyarakat menilai kualitas negara melalui pelayanan yang diberikan oleh ASN dalam kehidupan sehari-hari.
“Negara dipersepsikan masyarakat melalui pelayanan ASN yang mereka temui setiap hari. Integritas menjadi pembeda antara pelayanan yang menghadirkan keadilan pelayanan yang justru melukai kepercayaan publik,” katanya.
Program E-Learning ASN Berintegritas dikembangkan sebagai sarana pembelajaran antikorupsi berbasis digital untuk meningkatkan pemahaman aparatur terhadap nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Melalui program tersebut, ASN dibekali kemampuan untuk mengenali berbagai bentuk korupsi, menghindari praktik yang bertentangan dengan etika pelayanan publik, serta menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Keberhasilan capaian peserta pada tahap uji coba menjadi salah satu indikator tingginya partisipasi ASN dalam upaya penguatan budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi.












Belum ada komentar